SEMARANG — Unwahas menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Peksimida Jateng. Kepercayaan itu diberikan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Tengah kepada kampus yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati tersebut.
Pembukaan lomba dihadiri Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Formawa) Jawa Tengah serta Sekretaris Umum BPSMI Jawa Tengah, Dr. Iswoyo, S.Pt., M.P. Dalam sambutannya, ia mewakili Ketua BPSMI Jawa Tengah dan memberikan apresiasi atas kesiapan panitia.
“Ini merupakan pengalaman pertama Unwahas menjadi tuan rumah Peksimida. Namun, seluruh persiapan sudah dilakukan secara matang. Kami menyampaikan terima kasih kepada Unwahas atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujar Dr. Iswoyo.
Lokasi Lomba Dipusatkan di Gedung Fakultas Teknik
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, S.Pd., M.Si., M.M., mengatakan seluruh rangkaian lomba dipusatkan di Gedung Fakultas Teknik Kampus II Unwahas Gunungpati. Panitia menyiapkan fasilitas pendukung berupa perangkat komputer bagi setiap peserta.
“Kami menyiapkan ruang yang nyaman beserta komputer untuk seluruh peserta. Harapannya, mereka dapat berkonsentrasi penuh dan menghasilkan karya terbaik selama kompetisi,” kata Ratih.
Ia menambahkan, pihak kampus berkomitmen menghadirkan suasana kompetisi yang nyaman, objektif, dan kondusif. Para peserta akan bersaing menghasilkan karya yang mengedepankan kreativitas, orisinalitas, dan kualitas literasi.
Target Lahirkan Wakil Jateng di Peksiminas 2026
Melalui ajang ini, Unwahas berharap tidak hanya melahirkan wakil Jawa Tengah yang berprestasi di tingkat nasional dalam Peksiminas. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat budaya literasi dan kreativitas di lingkungan perguruan tinggi.
“Kami berharap ajang ini melahirkan penulis-penulis muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional, sekaligus memperkuat ekosistem literasi dan semangat berkesenian di kalangan mahasiswa,” pungkas Ratih.
Peksimida Jateng 2026 menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk membangun jejaring antarkampus. Kompetisi seni mahasiswa semacam ini juga dinilai penting untuk menumbuhkan semangat berkarya di bidang sastra, khususnya cerita pendek, di kalangan generasi muda.