Pencarian

Bug Billing AWS Bikin Tagihan Pelanggan Membengkak hingga Miliaran Dolar

Sabtu, 18 Juli 2026 • 10:33:01 WIB
Bug Billing AWS Bikin Tagihan Pelanggan Membengkak hingga Miliaran Dolar
Bug pada subsistem billing AWS menyebabkan estimasi tagihan sejumlah pelanggan melonjak hingga miliaran dolar AS.

JAWA TENGAH — Amazon akhirnya angkat bicara soal kekacauan sistem penagihan yang terjadi di AWS. Lewat halaman status resmi, perusahaan mengonfirmasi bahwa bug pada subsistem komputasi billing mulai menunjukkan data yang tidak akurat sejak Kamis malam waktu setempat. Sayangnya, upaya rollback perubahan yang dilakukan Jumat pagi belum berhasil menyelesaikan masalah.

Tagihan Bengkak hingga Miliaran Dolar

Beberapa pengguna AWS melaporkan estimasi tagihan yang tidak masuk akal saat login Jumat lalu. Sejumlah tangkapan layar yang diunggah di Reddit menunjukkan satu pelanggan ditagih hampir 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 41,2 triliun) untuk pemakaian bulan ini. Pelanggan lain mendapat notifikasi serupa dengan nominal mulai dari jutaan hingga ratusan juta dolar.

Amazon menegaskan angka-angka itu keliru. "Estimasi tagihan ini tidak mencerminkan pemakaian dan biaya riil," tulis perusahaan dalam pernyataan resmi. Artinya, pelanggan yang sempat kaget melihat tagihan selangit tidak perlu membayar sepeser pun dari nominal tersebut.

Penyebab Bug dan Status Perbaikan

Menurut pembaruan di status page AWS, bug berasal dari perubahan terbaru pada sistem billing. Setelah rollback gagal mengembalikan data ke kondisi normal, tim teknis AWS masih bekerja untuk memperbaiki masalah. Perusahaan memperkirakan perbaikan akan memakan waktu beberapa jam lagi sejak Jumat.

Hingga berita ini ditulis, Amazon belum mau membeberkan detail teknis soal bug. Juru bicara AWS, Aisha Johnson, hanya merujuk TechCrunch ke halaman status perusahaan dan menolak menjawab pertanyaan lebih lanjut. Amazon juga belum mengonfirmasi apakah ada akun yang sempat ditangguhkan atau dibekukan akibat masalah ini.

Dampak ke Pengguna AWS

Kejadian ini tentu bikin deg-degan pelanggan AWS yang mengandalkan layanan cloud untuk operasional bisnis. Meski tagihan akhirnya dihapus, pengalaman melihat estimasi tagihan miliaran dolar bisa mengganggu arus kas dan perencanaan keuangan perusahaan. Apalagi bagi startup atau UKM yang modalnya terbatas.

Bagi pengguna individu atau perusahaan di Indonesia yang memakai AWS, insiden ini jadi pengingat pentingnya memonitor dashboard billing secara berkala. Meski bug bersifat sementara, kesalahan sistem tetap bisa terjadi kapan saja. Pastikan juga mengaktifkan notifikasi batas pemakaian agar tidak kaget saat tagihan datang.

Amazon berjanji akan terus memperbarui informasi perbaikan di halaman status resmi AWS. Untuk sementara, pengguna bisa bernapas lega: tagihan miliaran dolar itu hanya mimpi buruk sesaat.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks