Pencarian

Jerman Cetak Sejarah: Penjualan Mobil Listrik BEV Kalahkan Bensin untuk Pertama Kalinya

Sabtu, 18 Juli 2026 • 11:08:01 WIB
Jerman Cetak Sejarah: Penjualan Mobil Listrik BEV Kalahkan Bensin untuk Pertama Kalinya
Penjualan mobil listrik BEV di Jerman pada Juni 2024 mencapai 84.057 unit, melampaui mobil bensin yang hanya terjual 60.796 unit.

JAWA TENGAH — Data dari ADAC, klub otomotif terbesar di Jerman, mengonfirmasi bahwa Juni 2024 menjadi bulan bersejarah. Penjualan BEV (Battery Electric Vehicle) mencapai 84.057 unit, tipis di atas mobil hybrid konvensional yang mencatat 83.315 unit. Sementara itu, mobil bensin hanya terjual 60.796 unit, disusul diesel dengan 33.862 unit, dan plug-in hybrid (PHEV) sebanyak 32.212 unit.

Lonjakan 13,6% Penurunan Emisi CO2 dari Mobil Baru

Dominasi BEV ini langsung berdampak pada lingkungan. Emisi CO2 rata-rata mobil baru di Jerman turun 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menjadi bukti bahwa pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan listrik mampu menekan jejak karbon secara nyata, meski masih ada pekerjaan rumah besar untuk menggantikan seluruh armada kendaraan yang beredar.

Namun, jika digabung dengan PHEV, pangsa pasar kendaraan colok-listrik (plug-in) mencapai 39,3%. Artinya, mayoritas penjualan mobil baru di Jerman—lebih dari 60%—masih berasal dari mesin pembakaran internal murni atau hybrid konvensional tanpa colokan. Jerman masih memiliki jalan panjang untuk benar-benar meninggalkan bahan bakar fosil.

Mengapa Jerman Baru Kini? Tertinggal dari Norwegia yang 16 Kali Lebih Kecil

Perjalanan BEV di Jerman tidak selalu mulus. Pada awal era mobil listrik modern, Jerman justru tertinggal. Baru pada 2019 jumlah pembeli mobil listrik di Jerman melampaui Norwegia—sebuah negara yang luas wilayahnya 16 kali lebih kecil. Sempat terjadi penurunan drastis pada 2023 setelah insentif pembelian dicabut, namun pasar pulih dan kini mencetak rekor baru.

Lonjakan ini juga terjadi di tengah tekanan geopolitik. Perang minyak dan krisis energi mendorong negara-negara Eropa untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil yang tidak stabil. "Ini adalah sinyal bahwa konsumen mulai melihat listrik sebagai pilihan utama, bukan lagi alternatif," demikian analisis dari ADAC.

Armada Jalan Raya Masih Didominasi Bensin dan Solar

Meski penjualan baru sudah berubah, komposisi kendaraan yang melintas di jalan raya Jerman masih jauh dari kata hijau. Saat ini, BEV dan PHEV hanya mencakup sekitar 6% dari total kendaraan yang terdaftar. Sebagai perbandingan, Norwegia butuh waktu lima tahun sejak 2021—saat penjualan mobil fosil hampir nol—hingga 2026 agar mobil listrik benar-benar mengungguli jumlah mobil diesel di jalan.

Artinya, mesin bensin dan diesel masih akan mendominasi jalanan Jerman setidaknya satu dekade ke depan. Keputusan Uni Eropa yang melunakkan target emisi kendaraan, di tengah guncangan harga minyak, justru berpotensi memperpanjang usia mesin pembakaran internal. Konsekuensinya, dampak terhadap perubahan iklim global pun akan terus berlanjut.

Namun, capaian Juni 2024 tetap menjadi tonggak sejarah. Di negara tempat Karl Benz mematenkan "kendaraan bermotor" pertama pada 1886, kendaraan listrik baterai kini menjadi raja baru—setidaknya untuk satu bulan penuh.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks