JAKARTA — Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar USD200 juta atau setara Rp5 triliun. Kilang mini itu akan dibangun di wilayah Jepara dan diarahkan untuk mengolah minyak mentah serta produk terkait lainnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap proyek ini memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di wilayahnya.
Siapa Investor di Balik Rencana Kilang Jepara?
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut ketertarikan investor asal Dubai itu disampaikan langsung dalam pertemuan di Jakarta. Ia menyatakan bahwa pembangunan kilang mini di Jepara akan segera direalisasikan.
"Mr Hamid dan kawan-kawan dari Dubai ini tertarik investasi di Jawa Tengah. Nantinya akan segera dibangun mini refinery di wilayah Jepara," kata Luthfi.
Luthfi menambahkan bahwa Jawa Tengah masih dipandang sebagai tujuan investasi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
"Itulah Jawa Tengah. Di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk dari Dubai yang hari ini datang," ujarnya.
Kapasitas Awal 10.000 Barel, Ditargetkan Naik Bertahap
Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan minat menanamkan modal muncul setelah melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menurutnya, fasilitas pengolahan minyak skala mini masih punya ruang pengembangan di Indonesia.
"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insya Allah tempatnya di Jepara dan akan mulai segera sebelum akhir tahun," kata Talal.
Jejak Investasi UEA di Jawa Tengah
Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat Uni Emirat Arab sebagai salah satu negara asal investasi di provinsi itu. Dalam lima tahun terakhir, nilai investasi dari UEA di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp13 triliun.
Bagi Jepara, kehadiran kilang mini berpotensi memunculkan aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan investasi. Kebutuhan tenaga kerja hingga permintaan barang dan jasa lokal dapat terbuka selama masa pembangunan maupun saat fasilitas beroperasi.
Masih Tahap Persiapan, Bergantung Perizinan dan Kesiapan Lokasi
Realisasi investasi belum final. Prosesnya masih bergantung pada kerja sama kedua pihak, kesiapan lokasi, perizinan, kajian, serta tahapan teknis pembangunan.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal jadwal peletakan batu pertama atau lokasi spesifik kilang di Jepara.
Agenda Lain: Little Indonesia di Polandia
Dalam kunjungan yang sama, Ahmad Luthfi bertemu Konsul Kehormatan RI di Gda?sk, Polandia, Miros?aw Wawrowski. Pertemuan itu membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jawa Tengah dan Polandia.
Salah satu yang dibahas adalah rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia. Kawasan tersebut kini telah memiliki kompleks budaya Bali, dan selanjutnya direncanakan dibangun kompleks budaya Jawa.
"Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah," ujar Wawrowski.