PATI — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati Tony Romas Indriarsa menyatakan fasilitas PJU dan traffic light di perempatan tersebut dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan teknis. Pernyataan itu disampaikan menyusul padamnya aliran listrik di kawasan JLS yang membuat perempatan Pantura Ngantru gelap gulita.
Pantauan di lokasi hingga berita ini diturunkan menunjukkan kawasan tersebut masih minim penerangan. Kendaraan roda dua maupun kendaraan berat melintas dengan kecepatan rendah karena harus ekstra hati-hati.
Padamnya arus kelistrikan berdampak langsung pada fasilitas PJU dan lampu lalu lintas di perempatan strategis itu. Tanpa lampu pengatur yang menyala, kendaraan dari berbagai arah berdesakan dan saling berebut jalan di tengah kegelapan malam.
Kondisi tersebut memperlambat arus lalu lintas cukup parah. Pengendara yang melintas di kawasan vital Pantura itu dibuat kewalahan menghadapi perempatan tanpa rambu menyala.
Di tengah kondisi rawan kecelakaan itu, warga sekitar bersama sejumlah anak punk berinisiatif turun ke jalan. Berbekal alat penerangan seadanya, mereka kompak membantu mengatur laju kendaraan.
Mereka juga menyeberangkan para pengendara yang kebingungan menentukan arah di perempatan yang gelap. Aksi itu berlangsung sejak pukul 18.00 WIB.
Tony menegaskan fasilitas PJU maupun traffic light di lokasi tersebut tidak mengalami kerusakan teknis. Meski begitu, ia belum merinci penyebab pasti padamnya aliran listrik di kawasan itu.
Perempatan Pantura Ngantru merupakan salah satu titik tersibuk di JLS Pati. Kawasan itu dilintasi kendaraan dari berbagai arah, termasuk kendaraan berat yang melintas jalur Pantura.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kapan aliran listrik di kawasan tersebut kembali normal.