Pencarian

Dokumenter You Can See Everything Raup US$15 Juta dari 855 Bioskop

Senin, 19 Oktober 2026 • 21:19:31 WIB
Dokumenter You Can See Everything Raup US$15 Juta dari 855 Bioskop
Dokumenter You Can See Everything mencatat pendapatan pembukaan US$15 juta dari 855 bioskop di Amerika Utara.

JAWA TENGAH — Dokumenter You Can See Everything mencatat pembukaan US$15 juta (sekitar Rp270,5 miliar) di box office Amerika Utara meski hanya tayang di 855 bioskop. Seluruh penayangan dilaporkan sold out, dengan 70 persen penonton berusia di bawah 35 tahun. Capaian itu menjadi debut terbesar untuk film di bawah 1.000 layar sejak Borat pada 2006.

Angka pembukaan dokumenter garapan Nathan Fielder dan Lance Oppenheim itu melampaui prediksi awal yang dipatok US$7-8 juta. Bagi film dokumenter non-musik, berdurasi tiga jam, dan nyaris tanpa promosi, proyeksi tersebut sebenarnya sudah tergolong impresif. A24 pun melaporkan lebih dari 2.000 penayangan tiket terjual habis.

Penonton berbondong-bondong ke bioskop untuk menghindari bocoran cerita. Menurut Variety, fenomena itu lebih janggal dibanding film fiksi yang tayang perdana, mengingat You Can See Everything adalah dokumenter.

Rekor yang Tercipta di Box Office

Perolehan US$15 juta dari 855 layar menjadikan film ini debut terbesar untuk rilis di bawah 1.000 bioskop sejak Borat (2006) yang meraih US$26 juta dari 837 bioskop, belum disesuaikan inflasi. Untuk kategori dokumenter, capaian ini adalah pembukaan terbesar dalam lebih dari 20 tahun, sejak Fahrenheit 9/11 (2004) yang mencatat US$24 juta dari 868 bioskop.

Penjualan tiketnya juga tergolong luar biasa bukan hanya untuk dokumenter, tetapi untuk film arthouse secara umum di pasar Amerika saat ini. Film berbiaya produksi US$7 juta ini debut di posisi dua tangga box office akhir pekan Amerika Utara.

Kisah Elizabeth Holmes dan Billy Evans

You Can See Everything mengikuti kehidupan Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan teknologi kesehatan Theranos yang kini tutup, bersama pasangannya, Billy Evans. Keduanya mengundang tim produksi untuk mendokumentasikan hidup mereka, dimulai beberapa minggu sebelum Holmes mulai menjalani hukuman penjara federal akibat kasus penipuan terhadap investor.

Produksi film ini berjalan diam-diam. Penayangan mengejutkan di Telluride Film Festival, testimoni penonton awal, dan pujian kritikus mendorong film ini menjadi sensasi saat diumumkan dua bulan lalu.

Antusiasme publik, terutama anak muda, terhadap drama Holmes dinilai tinggi. Kisah kebangkitan hingga kejatuhannya sebelumnya pernah diangkat dalam serial Hulu, The Dropout, yang dibintangi Amanda Seyfried.

Daya Tarik Nathan Fielder

Debut di posisi dua juga menunjukkan daya tarik komersial Nathan Fielder. Ia dikenal piawai memadukan realitas dan fiksi lewat The Rehearsal di HBO dan Nathan For You di Comedy Central.

"Ini adalah akhir pekan yang luar biasa bagi genre ini," ujar analis David A. Gross dari FranchiseRe. "Film dokumenter jarang mendapatkan perilisan luas—biasanya hanya muncul satu kali setiap dua tahun—dan rata-rata pendapatannya mencapai US$3 juta dalam tiga hari pertama penayangan."

Peta Box Office Amerika Utara

Street Fighter memimpin peringkat pertama dengan US$31 juta. Data Box Office Mojo mencatat tambahan US$20,1 juta dari pasar internasional, sehingga pendapatan global perdananya menjadi US$51,1 juta.

Posisi tiga ditempati Other Mommy yang pekan lalu berada di puncak. Film yang dibintangi Jessica Chastain itu meraih US$8,3 juta, membawa pendapatan domestiknya menjadi US$44,8 juta. Whalefall debut di posisi empat dengan US$8 juta plus US$9,5 juta dari pasar internasional, sementara Sense and Sensibility menutup lima besar dengan US$7,25 juta.

Bagi industri film Amerika, ledakan dokumenter ini menegaskan bahwa cerita nyata—terutama yang menyangkut tokoh kontroversial—kini punya daya jual setara rilisan fiksi arus utama.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks