Investasi 25 KEK Capai Rp382,1 Triliun, Serap 302 Ribu Tenaga Kerja

Penulis: Gunawan Susilo  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:53:01 WIB
Realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp382,1 triliun secara kumulatif sejak 2012 hingga September 2026.

JAWA TENGAH — Realisasi investasi di 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menembus Rp382,1 triliun secara kumulatif sejak 2012 hingga September 2026. Pemerintah menargetkan perluasan kawasan untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian investasi 25 KEK tersebut dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026). Selain nilai investasi, kawasan tersebut menyerap 302.000 tenaga kerja.

Pemerintah berencana terus mendorong pengembangan KEK untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ada persoalan luas kawasan yang masih jauh tertinggal dari negara tetangga.

Luas KEK Indonesia Baru 24 Ribu Hektare

Airlangga menyebut luas KEK di Indonesia saat ini baru sekitar 24.000 hektare. Angka itu jauh di bawah Vietnam dan Malaysia yang mencapai 1,8 juta hingga 2 juta hektare.

"Kita tahu beberapa negara seperti Vietnam dan Malaysia mengandalkan KEK, mereka luasnya 1,8 sampai 2 juta, sementara di Indonesia masih sekitar 24.000. Jadi masih punya ruang yang cukup luas untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus," ujarnya.

Selisih luas itu disebut Airlangga sebagai peluang yang belum dimanfaatkan. Pemerintah ingin memperluas kawasan agar investasi yang masuk makin besar dan penyerapan tenaga kerja ikut naik.

ICOR KEK 2,3, Lebih Efisien dari Nasional 6,1

Dari sisi efisiensi, investasi di KEK tercatat lebih produktif dibanding rata-rata nasional. Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di kawasan ekonomi khusus sebesar 2,3, sementara ICOR nasional mencapai 6,1.

ICOR mengukur berapa besar tambahan investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit tambahan output ekonomi. Semakin rendah angkanya, semakin efisien investasi tersebut.

"Jadi kalau kita mau meningkatkan ICOR salah satunya adalah efisiensi baik di kawasan ekonomi khusus maupun di kawasan industri, karena ini akan mendorong percepatan pertumbuhan," kata Airlangga.

Dampak bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi investor, data ICOR 2,3 menjadi sinyal bahwa proyek di KEK relatif lebih cepat menghasilkan output per rupiah yang ditanam. Ini bisa menjadi pertimbangan dalam membandingkan lokasi investasi antara kawasan khusus dan kawasan industri biasa.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya memperluas kawasan. Airlangga menyatakan KEK akan terus ditingkatkan ke depan, sejalan dengan upaya memperluas lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan luas yang baru 24.000 hektare, ruang ekspansi masih terbuka lebar. Namun, realisasi perluasan bergantung pada dukungan kementerian dan lembaga yang terlibat dalam rapat koordinasi tersebut.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top