WONOSOBO — Sekolah Rakyat Wonosobo kembali membuka gerbangnya untuk tahun ajaran baru. Lembaga pendidikan yang digagas pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan ini kini menampung total 330 peserta didik baru, terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Rinciannya, 270 siswa merupakan anak asal Wonosobo. Sisanya, 60 pelajar, merupakan titipan dari Pemerintah Kabupaten Temanggung yang belum memiliki sekolah rakyat permanen.
"Jadi totalnya ada 270 orang, titipan siswa baru dari Temanggung ada 60 orang, ditambah dengan siswa yang sudah existing 100 orang ya," ujar Agus Jabo usai kegiatan.
MPLS Jadi Gerbang Awal Anak-Anak Kurang Mampu Mengejar Ketertinggalan
Pembukaan MPLS ini bukan sekadar seremoni. Bagi Agus Jabo, momen ini adalah titik awal kembalinya harapan bagi keluarga yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan layak.
"Membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang tadinya sudah tidak punya harapan, anaknya bisa bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali," katanya.
Program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara ingin menghadirkan kesempatan bagi kelompok yang selama ini tidak tersentuh hasil pembangunan atau yang disebut sebagai the invisible people.
Guru Diminta Anggap Siswa Seperti Anak Sendiri
Di hadapan para pendidik, Agus Jabo menitipkan pesan khusus. Ia mengingatkan bahwa para guru adalah pengganti orang tua di sekolah, sehingga kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci dalam mendampingi siswa yang datang dari beragam latar belakang sosial.
"Kepada para guru, saya mohon karena kalian sebagai pengganti orang tua, yang sabar, yang ikhlas, anggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang," tuturnya.
Target Kapasitas Sekolah Rakyat Naik Jadi 2.000 Siswa per Sekolah
Di tengah tingginya animo masyarakat, pemerintah berencana memperbesar kapasitas sekolah rakyat. Jika sebelumnya target satu sekolah mampu menampung sekitar 1.000 siswa, kini arahan Presiden lebih besar lagi.
"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," jelas Agus Jabo.
Pemkab Wonosobo Apresiasi Dukungan Pusat
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat permanen di wilayahnya. Ia menilai langkah ini strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat setempat.
"Terima kasih kepada Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Wonosobo sebagai salah satu lokasi Sekolah Rakyat permanen," ujar Afif.
Proses pembangunan gedung sekolah sempat diwarnai berbagai tantangan. Namun, Afif memastikan seluruh kendala dapat diatasi berkat pendampingan dari Kementerian Sosial, sehingga gedung kini siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh jajarannya, pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi," pungkasnya.
Kegiatan pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo.