Pencarian

Pemdes Kesambi Kudus Gandeng UMK dan Kemensos Luncurkan Gerakan Ecohealth, Sasaran Siswa Sejak Dini

Jumat, 18 September 2026 • 08:46:02 WIB
Pemdes Kesambi Kudus Gandeng UMK dan Kemensos Luncurkan Gerakan Ecohealth, Sasaran Siswa Sejak Dini

KUDUS — Pemerintah Desa Kesambi bersama mahasiswa PPG Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan Gerakan Ecohealth sebagai wujud kolaborasi lintas pihak dalam membangun kesadaran lingkungan. Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, menyatakan dukungan penuh terhadap program yang menyasar siswa sekolah sebagai kelompok utama penerima edukasi.

Menurut Masri, persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan tidak bisa ditangani sepihak. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah desa, sekolah, mahasiswa, orang tua, hingga masyarakat luas agar dampaknya terasa nyata.

Mengapa Sekolah Jadi Sasaran Utama Gerakan Ecohealth

Masri menilai anak usia sekolah berada di fase paling tepat untuk membentuk kebiasaan. Sekolah dipandang sebagai ruang efektif menanamkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar kewajiban formal.

"Kalau kesadaran menjaga lingkungan sudah ditanamkan sejak anak-anak, kami berharap kebiasaan itu bisa terbawa sampai mereka dewasa. Karena itu, sekolah, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat harus berjalan bersama," harap Masri.

Pemerintah desa, lanjutnya, tidak hanya menaruh perhatian pada pembangunan fisik. Kualitas kehidupan warga juga menjadi prioritas, dan lingkungan yang bersih dinilai sebagai fondasi masyarakat yang nyaman, produktif, serta punya kepekaan sosial.

Materi Kemensos: Lingkungan Sehat Bagian dari Kehidupan Sosial

Untuk memperluas wawasan peserta, panitia menghadirkan Winno Ardhana dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai pemateri. Materi yang disampaikan menekankan kaitan erat antara lingkungan sehat, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Peserta diajak melihat persoalan lingkungan bukan sebagai isu teknis semata. Kebersihan lingkungan dipahami sebagai bagian dari kehidupan sosial yang menuntut kesadaran kolektif dan tindakan bersama dari seluruh warga desa.

"Lingkungan yang sehat membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah desa tentu mendukung kegiatan yang memberikan edukasi dan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran sejak dini," ungkap Masri.

Kolaborasi Desa, Kampus, dan Sekolah sebagai Model Pendekatan

Gerakan Ecohealth di Kesambi menempatkan mahasiswa PPG UMK sebagai penggerak utama. Mereka merancang kegiatan yang menyentuh langsung dunia pendidikan, lalu menggandeng pemerintah desa sebagai fasilitator dan sekolah sebagai mitra pelaksana.

Pola kolaborasi semacam ini dinilai relevan untuk desa yang ingin memperkuat program kesehatan lingkungan tanpa bergantung pada anggaran besar. Keterlibatan kampus memberi nilai tambah berupa pendekatan edukatif yang terstruktur.

Masri berharap kebiasaan menjaga kebersihan yang ditanamkan lewat gerakan ini bertahan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya peran orang tua di rumah untuk melanjutkan apa yang sudah diajarkan di sekolah dan lingkungan desa.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks