SEMARANG — Deretan prestasi internasional kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang. Sebanyak 11 tim yang berlaga di International Innovation & Invention Competition (IIICe) 2026 sukses memborong 11 medali di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Rabu (5/8/2026).
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa riset mahasiswa dari Semarang mampu bersaing di level global. Para pemenang berasal dari 10 program studi berbeda di lingkungan FST, menunjukkan pemerataan kualitas inovasi di seluruh departemen.
Dua Tim Penyumbang Gold Medal untuk UIN Walisongo
Gold Medal diraih oleh tim yang dipimpin Daffa Rizky Fadillah Akmal dan Fajar Aji Ramadhan beserta anggota timnya masing-masing. Sementara itu, lima tim lain yang berhasil mengamankan Silver Medal dikapteni oleh Rabiatun Adwiyah, Laeli Nazilah, Muhammad Ainur Rofiq, Maulin Gissa Rizkiyanti, dan Naila Arzaq Talia.
Empat Bronze Medal melengkapi raihan FST. Medali tersebut disumbangkan oleh tim di bawah koordinasi Dimas Alfa Rizky, Vaza Muhammad Shidqi, Almadiyah Surya Saputri, serta Andi Ismail.
Dekan FST: Ini Hasil Kerja Keras dan Dukungan Penuh Kampus
Dekan FST UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., mengapresiasi capaian mahasiswa dan dosen pembimbing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem riset yang dibangun universitas.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, serta dukungan penuh dari pimpinan universitas,” ujar Prof. Fatah Syukur.
Menurutnya, prestasi di ajang IIICe 2026 bukan sekadar kebanggaan institusi, melainkan momentum untuk memperkuat budaya penelitian di kampus. Ia berharap raihan ini memantik lahirnya lebih banyak karya inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Perkuat Jejaring Internasional dan Daya Saing Global
Keikutsertaan dalam kompetisi bergengsi ini dinilai strategis bagi agenda internasionalisasi UIN Walisongo. Selain mengasah kemampuan mahasiswa, ajang ini membuka peluang kolaborasi riset dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Ini sekaligus memperkuat daya saing UIN Walisongo di tingkat global,” lanjut Prof. Fatah.
Dengan raihan ini, FST UIN Walisongo menunjukkan konsistensinya dalam mendukung riset berkualitas. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan nyata melalui inovasi. “Semoga capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkarya,” tambahnya.