KENDAL — Puluhan siswa SDN 2 Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mendapat materi pengenalan sampah organik dan anorganik dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 194. Kegiatan berlangsung Jumat (14/08/2026) dengan metode belajar sambil bermain.
Penanggung jawab kegiatan, Chilmia Ahsanti Salihah, menyatakan kebiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, hal ini akan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari hingga anak tumbuh dewasa.
“Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami jenis sampah, tetapi juga mampu menerapkannya di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Mengenal Sampah Organik dan Anorganik
Para mahasiswa memperkenalkan dua kategori utama sampah beserta karakteristiknya. Sampah organik dijelaskan sebagai material yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai secara alami, seperti kulit buah, sisa sayuran, cangkang telur, dan tulang ikan.
Materi juga mencakup pemanfaatan sampah organik menjadi kompos atau pupuk alami untuk menyuburkan tanaman. Sementara itu, sampah anorganik—seperti botol plastik, kaleng, pecahan kaca, serta kertas dan koran—dijelaskan membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
Siswa mendapat pemahaman bahwa sebagian sampah anorganik masih bisa dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang sehingga memiliki nilai guna.
Metode Tebak Jenis Sampah yang Seru
Agar pembelajaran tidak membosankan, mahasiswa KKN mengajak siswa bermain tebak jenis sampah. Beberapa contoh benda diperlihatkan dan siswa diminta menentukan apakah benda tersebut termasuk sampah organik atau anorganik.
Metode ini membuat siswa terlibat aktif. Selain menjawab pertanyaan, mereka juga diajak membandingkan karakteristik kedua jenis sampah berdasarkan kemampuan terurai dan cara pengolahannya.
Mahasiswa KKN turut menyampaikan fakta menarik tentang waktu penguraian berbagai jenis sampah, manfaat daur ulang kaleng aluminium dalam menghemat energi, serta kemampuan kertas untuk didaur ulang.
Membangun Kebiasaan Pilah Sampah di Sekolah dan Rumah
Pemilahan sampah menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah karena mempermudah proses pengolahan berikutnya. Sampah organik yang telah dipisahkan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik tertentu dapat dikumpulkan untuk didaur ulang.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 194 berharap siswa SDN 2 Purwosari mulai membiasakan diri memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mengenali jenis sampah, membuangnya sesuai tempat, dan memisahkan berdasarkan kategori diharapkan bisa diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membangun kebiasaan positif pada generasi muda.