PURWOREJO — Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jateng, Temmy Purboyono, menyatakan pembangunan jalur itu menyasar titik-titik yang selama ini menjadi lokasi kecelakaan, terutama yang melibatkan kendaraan berat. Pekerjaan mencakup penanganan jalan sepanjang 300 meter dan perbaikan alinyemen horizontal untuk mengurangi kemiringan jalan dari 12 persen menjadi sekitar 8 persen.
Jalur Penyelamat 100 Meter untuk Antisipasi Rem Blong
Selain perbaikan geometri jalan, proyek ini membangun JPD sepanjang 100 meter dengan lebar enam meter. Jalur tersebut disiapkan untuk membantu menghentikan kendaraan yang mengalami gangguan pengereman, termasuk rem blong.
"Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini," kata Temmy, Kamis (15/10/2026).
Selama masa pengerjaan, Dinas PUPR Jateng berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Progres Fisik Lewati Target Awal
Hingga saat ini, progres fisik proyek mencapai sekitar 50 persen. Capaian itu melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 45 persen.
Percepatan pembangunan dilakukan seiring tingginya risiko kecelakaan di ruas Bener-Maron. Jalur ini selama ini dikenal rawan kecelakaan, terutama pada tanjakan dengan kemiringan curam yang kerap menyulitkan kendaraan berat.
Warga Kalijambe dan Sopir Truk Sambut Perbaikan
Warga Kalijambe, Iskandar, menyambut baik pembangunan jalur penyelamat tersebut. Ia mengaku sebelumnya khawatir dengan tingginya risiko kecelakaan di kawasan itu.
"Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur. Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari sopir truk yang rutin melintasi jalur tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan membuat tanjakan lebih landai dan perjalanan terasa lebih nyaman.
Pembangunan JPD diharapkan mengurangi risiko kecelakaan fatal sekaligus meningkatkan keselamatan pengendara yang melintas. Target rampung 28 Desember 2026 menjadi patokan akhir penyelesaian proyek ini.