JAWA TENGAH — Formasi batuan ikonik Fairy Chimney di kawasan wisata Cappadocia, Provinsi Nev?ehir, Turki, runtuh dan menimpa pengunjung di dekat Museum Terbuka Göreme. Insiden pada Kamis (29/10/2026) pukul 15.15 waktu setempat itu dipicu hujan deras yang memicu tanah longsor. Menteri Kehakiman Turki Akin Gürlek menyatakan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.
Gubernur Nev?ehir Hüseyin Kök menjelaskan bahwa bagian dari menara batu runtuh dan menimpa orang-orang yang berada di sekitarnya. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari area parkir, sehingga pengunjung yang tengah berfoto di sekitar formasi terdampak langsung.
Dua korban tewas merupakan warga negara Turki, sedangkan seorang lainnya warga negara asing. Lima korban luka langsung mendapat penanganan medis di lokasi.
Kronologi Runtuhnya Batuan
Saksi mata mendengar suara dentuman keras sebelum kepulan debu tebal membubung dari lokasi runtuhnya batuan. Keterangan itu dilaporkan AFP, Sabtu (31/10/2026).
Petugas kepolisian, tim penyelamat, dan tenaga medis segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta mencari kemungkinan adanya orang lain yang tertimbun reruntuhan.
Tim penyelamat bekerja sepanjang malam dengan bantuan ekskavator dan peralatan berat. Proses evakuasi memakai lampu penerangan besar karena operasi berlangsung hingga malam hari.
Operasi Pencarian Resmi Ditutup
Gubernur Kök memastikan seluruh operasi telah rampung dan semua pemeriksaan serta inspeksi selesai. Tim penyelamat ditarik setelah dipastikan tidak ada kebutuhan melanjutkan operasi.
"Saat ini, seluruh operasi kami telah rampung. Kami telah menyelesaikan semua pemeriksaan dan inspeksi," kata Gubernur Kök.
Pemerintah Turki memulai penyelidikan melalui kantor kejaksaan setempat untuk mengetahui faktor penyebab kejadian. Penyelidikan disertai penilaian para ahli dan dimulai pada hari Jumat.
Area di sekitar lokasi kejadian ditutup untuk umum sebagai langkah pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengapa Fairy Chimney Rawan Longsor
Formasi yang runtuh dikenal sebagai fairy chimney atau cerobong peri. Bentuknya menyerupai menara atau kerucut batu menjulang tinggi dan menjadi ciri khas lanskap Cappadocia.
Formasi ini terbentuk melalui proses geologi jutaan tahun. Aktivitas vulkanik purba menghasilkan lapisan abu dan material vulkanik yang mengeras menjadi batuan lunak seperti tuf.
Erosi akibat angin, hujan, dan perubahan suhu mengikis bagian batuan yang lebih mudah lapuk. Lapisan lebih keras di bagian atas memberi perlindungan, sehingga terbentuk menara-menara batu dengan bentuk unik.
Kombinasi batuan lunak dan erosi itulah yang membuat formasi ini rentan terhadap cuaca ekstrem, termasuk hujan deras seperti yang memicu longsor di Göreme.
Daya Tarik Cappadocia Lainnya
Selain fairy chimneys, Cappadocia memiliki kota-kota bawah tanah, gereja kuno yang dipahat di dalam batu, serta tempat tinggal bersejarah yang menjadi daya tarik wisata dunia.
Kawasan ini menjadi salah satu destinasi andalan Turki, dengan Museum Terbuka Göreme sebagai salah satu titik kunjungan utama. Informasi terkini soal status kunjungan dapat dikonfirmasi via otoritas pariwisata setempat.
Tips bagi Traveler yang Hendak ke Cappadocia
- Pantau prakiraan cuaca sebelum berkunjung, terutama pada musim hujan.
- Ikuti jalur dan area yang diizinkan petugas, jangan mendekati formasi batu di luar batas aman.
- Konfirmasi status objek wisata ke agen perjalanan atau otoritas setempat setelah insiden.
- Siapkan waktu fleksibel karena penutupan area bisa berlangsung selama proses pemeriksaan.
Bagi traveler yang merencanakan kunjungan ke Cappadocia, pantau perkembangan kondisi lokasi pascainsiden. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa formasi geologi ikonik tetap menyimpan risiko alam yang perlu diantisipasi, terutama saat cuaca ekstrem.