SEMARANG — Pelatihan yang difasilitasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Jawa Tengah itu diikuti 50 peserta. Mereka terdiri atas pengurus YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan dari 13 kabupaten/kota.
Adapun 13 daerah yang mengirimkan perwakilan meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Sragen, Kota Surakarta, Karanganyar, Boyolali, Temanggung, Kota Pekalongan, Demak, Blora, Pati, Rembang, dan Kendal.
Pelatihan dipimpin Prof. Dr. Siti Baitul M, S.Si., M.Si.Med., AIFO-Fit., selaku ketua kegiatan. Materi yang diberikan mencakup kelembagaan YJI dan KORMI, pembangunan komunikasi, penguatan koordinasi, hingga pengembangan program yang melibatkan anggota dan masyarakat.
Mengapa Kapasitas Penggerak Jadi Prioritas
Ketua YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas para penggerak organisasi. Menurut dia, jangkauan kegiatan YJI di berbagai daerah semakin luas sehingga kompetensi penggerak perlu ikut naik.
Peserta tidak hanya ditargetkan memahami kelembagaan. Mereka juga diharapkan mampu merancang program kesehatan dan olahraga yang melibatkan warga di daerah masing-masing.
Klub Jantung Sehat Jadi Fokus, Sasaran Melebar ke Faskes
Salah satu fokus pelatihan adalah penguatan Klub Jantung Sehat sebagai wadah pembinaan aktivitas fisik dan penerapan gaya hidup sehat. Pengembangan klub diharapkan tidak berhenti di lingkungan masyarakat.
Sasaran perluasan mencakup instansi, komunitas, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Arah ini membuat KJS tidak lagi hanya berbasis kampung, tetapi juga masuk ke tempat kerja dan layanan medis.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah undangan, di antaranya Ketua KORMI Provinsi Jawa Tengah Dr. Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., jajaran pengurus YJI Cabang Provinsi Jawa Tengah, perwakilan YJI Cabang Kota Semarang, serta perwakilan sejumlah rumah sakit.
Kolaborasi dengan Rumah Sakit Diperkuat
Salah satu tamu undangan adalah Ketua KJS RSI Sultan Agung, Dr. dr. M. Saugi Abduh, Sp.PD-KKV, FINASIM. Ia juga dokter di rumah sakit tersebut sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Perwakilan Rumah Sakit William Booth dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum turut hadir. Kehadiran unsur pelayanan kesehatan diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan KJS.
Pengalaman pengelolaan KJS dari daerah yang sudah berjalan diharapkan menjadi rujukan bagi peserta lain. Peserta didorong membangun organisasi yang aktif, mandiri, dan berkelanjutan di wilayahnya.
Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Pengetahuan
YJI Jawa Tengah berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan. Keberhasilan akan dilihat dari kemampuan penggerak menerapkan materi, menyelenggarakan kegiatan berkelanjutan, serta memperluas edukasi dan aktivitas kesehatan jantung.
Dukungan KORMI Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian dari komitmen tersebut. YJI Jawa Tengah menyatakan akan terus memperkuat perannya mendorong masyarakat yang lebih sehat, aktif, dan bugar.