SEMARANG — Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menyampaikan prakiraan cuaca yang berlaku pukul 07.00-19.00 WIB. Pada pagi hari, kondisi umumnya cerah berawan hingga berawan. Memasuki siang hingga awal malam, langit diprediksi tetap berawan di sebagian besar wilayah.
Hujan ringan sampai sedang berpotensi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya. BMKG meminta warga waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di daerah-daerah tersebut.
"Waspada potensi bencana hudrometeorologi," ujar Arif dalam keterangan tertulis.
11 Wilayah Berpotensi Hujan Ringan-Sedang
BMKG merinci sejumlah daerah yang diperkirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Wilayah tersebut meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, dan Magelang.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Purworejo, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Slawi, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
16 Daerah Diprediksi Berawan Sepanjang Hari
Sejumlah wilayah lain diperkirakan hanya berawan tanpa hujan. Daerah itu antara lain Cilacap, Kebumen, Sukoharjo, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Meski berawan, beberapa daerah tetap perlu mewaspadai suhu tinggi. Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, dan Semarang diperkirakan mencapai suhu 36 derajat Celsius.
Suhu 16-36 Derajat dan Kelembapan hingga 95 Persen
Secara keseluruhan, suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di rentang 45 sampai 95 persen.
Rentang suhu yang lebar menandakan perbedaan kondisi antara kawasan pegunungan dan pesisir. Warga di dataran tinggi seperti Wonosobo dan Boyolali perlu menyiapkan pelindung hujan, sedangkan warga di jalur pantura menghadapi udara lebih panas.
BMKG mengimbau masyarakat memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan. Peringatan dini hidrometeorologi menjadi perhatian utama bagi warga yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai.