Pencarian

Danantara Desak KAI Susun Masterplan KRL, Penumpang Diproyeksi 375 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 • 13:12:02 WIB
Danantara Desak KAI Susun Masterplan KRL, Penumpang Diproyeksi 375 Juta
Danantara meminta KAI menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek.

JAWA TENGAH — Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia menyusun peta jalan transformasi transportasi kereta api untuk mengantisipasi lonjakan penumpang KRL Jabodetabek yang diproyeksi menembus 375 juta orang pada 2026. Permintaan itu disampaikan Kepala BP BUMN yang juga Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, agar pengembangan infrastruktur hingga pembenahan layanan berjalan terarah.

Permintaan itu muncul setelah realisasi penumpang KRL Jabodetabek sepanjang Januari–September 2026 sudah menyentuh 271 juta orang. Dengan laju tersebut, KAI berpotensi melampaui target awal tahun ini yang dipasang di angka 369 juta penumpang. Angka proyeksi terbaru bahkan memperkirakan volume penumpang bisa mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036.

Dony meminta jajaran KAI tidak sekadar menambah kereta, tetapi merancang transformasi menyeluruh yang bisa dieksekusi bertahap dalam jangka panjang.

"Saya minta nanti dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini," ujar Dony, dikutip dari Antara.

Isi Masterplan yang Diminta Danantara

Peta jalan strategis itu diarahkan mencakup pengembangan infrastruktur, sarana, dan prasarana, sampai pembenahan pengalaman penumpang. Menurut Dony, semua pilar operasional perlu dibenahi bersamaan, bukan sepotong-sepotong.

"Jadi semua, semua pilarnya itu dirapihin, stasiunnya, bangun master plan-nya, termasuk jumlah keretanya, stasiunnya, alat komunikasinya, titik trafik yang tertingginya, berapa kapasitas stasiun di situ," jelasnya.

Sejumlah area yang masuk sorotan antara lain optimalisasi jumlah unit kereta, perluasan kapasitas stasiun dan peron, pembaruan sistem komunikasi, hingga penanganan titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.

Strategi KAI Pangkas Waktu Tunggu

Untuk meredam ledakan penumpang, KAI menyiapkan penambahan rangkaian kereta dan pemendekan interval keberangkatan atau headway. Fokus pertama ada di jalur Green Line yang melayani posisi Serpong dan Rangkasbitung.

Di jalur itu, waktu tunggu antarperjalanan ditargetkan turun menjadi di bawah 10 menit dengan pengoperasian rangkaian SF-12. Sementara peningkatan kapasitas KRL memakai rangkaian SF-12 di rute Cikarang dan Bogor ditargetkan rampung pada rentang 2028–2029.

Dua rute tersebut selama ini termasuk yang paling padat pada jam sibuk. Penambahan rangkaian dan perbaikan jadwal di sana menjadi ujian utama bagi KAI dalam mengejar target kapasitas.

Dampak ke Pengguna KRL

Bagi sekitar 1,2 juta penumpang yang naik KRL Jabodetabek setiap hari kerja, hasil akhir dari rencana ini terasa langsung pada dua hal: waktu tunggu di peron dan ruang berdiri di dalam kereta. Pemendekan headway di bawah 10 menit di Green Line berarti penumpang tidak perlu menunggu lama ketika satu rangkaian penuh.

Perluasan peron dan stasiun juga menentukan kenyamanan saat jam pulang kantor, terutama di stasiun-stasiun dengan volume penumpang tertinggi. Tanpa penambahan kapasitas di titik itu, penambahan kereta berisiko hanya memindahkan antrean dari dalam kereta ke area peron.

Tahap Berikutnya

Dukungan BP BUMN dan Danantara diharapkan mendorong KAI mengintegrasikan seluruh rencana secara menyeluruh. Setelah masterplan rampung, pengembangan infrastruktur, sarana, dan layanan bisa dieksekusi lebih terukur dan berkelanjutan.

Lonjakan penumpang KRL menjadi persoalan yang menuntut jawaban jangka panjang, bukan tambal sulam. Proyeksi 375 juta penumpang tahun ini dan hampir 600 juta pada 2036 menempatkan KAI pada posisi di mana keputusan soal kereta, stasiun, dan jadwal hari ini menentukan apakah layanan tetap bisa diandalkan sepuluh tahun ke depan.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks