Pencarian

Bahlil Dorong Lahan Tidur Jadi Kebun Etanol, Pertamina Siap Tampung

Jumat, 16 Oktober 2026 • 08:52:31 WIB
Bahlil Dorong Lahan Tidur Jadi Kebun Etanol, Pertamina Siap Tampung
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemerintah daerah menanami lahan tidur dengan jagung, singkong, dan tebu untuk bahan baku bioetanol.

JAWA TENGAH — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemerintah daerah menanami lahan tidur dengan jagung, singkong, dan tebu untuk bahan baku bioetanol. PT Pertamina disiapkan menjadi pembeli etanol produksi dalam negeri lewat skema mandatori pencampuran ke bensin.

Paragraf pembuka: Permintaan itu disampaikan Bahlil saat meresmikan operasi kilang di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Ia menyoroti masih banyaknya lahan belum produktif di sekitar kawasan industri yang bisa dialihfungsikan menjadi kebun bahan baku energi. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat industri energi berbasis sumber daya domestik sekaligus menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

Jagung, Singkong, dan Tebu Jadi Andalan

Bahlil menyebut tiga komoditas utama yang bakal digenjot sebagai bahan baku bioetanol, yakni jagung, singkong, dan tebu. Ia meminta para bupati di daerah sekitar Karawang mengarahkan lahan tidur untuk tanaman berorientasi bahan baku tersebut.

"Pak Bupati, bahan bakunya dari jagung, singkong, tebu. Pabrik Karawang ini masih ada lahan tidur, bisa diarahkan menanam hasil-hasil perkebunan yang berorientasi pada bahan baku," kata Bahlil dalam sambutannya.

Menurut Bahlil, pengembangan bahan baku bioetanol tidak bisa jalan tanpa dukungan pemerintah daerah. Pemanfaatan lahan yang belum produktif dinilai bisa membuka peluang ekonomi baru dengan menyambungkan sektor pertanian dan industri pengolahan energi.

Pertamina Jadi Pembeli Utama

Pemerintah akan mendorong kebijakan mandatori atau kewajiban pencampuran etanol ke dalam bensin. Dalam skema itu, PT Pertamina disiapkan menjadi pembeli atau offtaker etanol yang diproduksi di dalam negeri.

Peran Pertamina sebagai penyerap hasil produksi menjadi kunci agar petani dan daerah tidak ragu menanam komoditas bahan baku. Tanpa jaminan pembelian, risiko harga jatuh di tingkat petani bakal jadi penghambat utama program ini.

Dampak ke Daerah dan Sektor Pertanian

Bagi daerah, arahan ini membuka opsi baru memanfaatkan lahan yang selama ini menganggur. Alih-alih jadi semak belukar, lahan bisa ditanami jagung, singkong, atau tebu yang punya pasar jelas lewat Pertamina.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menilai keterkaitan pertanian dan energi ini bisa memperkuat rantai pasok domestik. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor BBM untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Ke depan, keberhasilan program ini bergantung pada kesiapan daerah menyediakan lahan, kapasitas petani, serta kepastian harga beli dari Pertamina. Jika skema mandatori pencampuran etanol berjalan, permintaan bahan baku dalam negeri diprediksi naik signifikan dan membuka lapangan kerja baru di wilayah penghasil.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks