SEMARANG — Kemenangan Kebumen terwujud setelah kedua tim bermain imbang 3-3 pada waktu normal. Babak adu penalti menjadi penentu, dan skuad asuhan Anjrah Setyarka tampil lebih efektif untuk memastikan tiket final.
Sejak menit awal, pertandingan berlangsung sengit. Kota Semarang yang mendapat dukungan langsung suporternya justru lebih dulu kebobolan melalui gol Zainal Arifin pada menit ke-5.
Semarang Berbalik Unggul, Kebumen Bangkit Lewat Power Play
Semarang baru menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama lewat gol Arkan Abilah pada menit ke-20. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tuan rumah berbalik unggul 2-1 melalui Rizki Desta Putra pada menit ke-21. Zainal Arifin mencetak gol keduanya dua menit berselang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Rizki Desta Putra kembali membawa Semarang memimpin 3-2 pada menit ke-36. Keunggulan itu membuat tuan rumah berada di atas angin dengan sisa waktu sekitar empat menit.
Anjrah Setyarka menginstruksikan anak asuhnya menerapkan strategi power play dengan kiper terbang. Melalui skema serangan dan umpan cepat dari kaki ke kaki, Farid Angga Aditya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-39. Skor 3-3 bertahan hingga peluit akhir waktu normal.
Kunci Kebumen: Percaya Diri dan Pantang Menyerah
Pelatih futsal Kabupaten Kebumen, Anjrah Setyarka, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya melangkah ke final. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain, ofisial, serta manajemen yang telah berjuang bersama sepanjang kompetisi.
"Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan harapan kami semua. Ini berkat kerja keras pemain, ofisial, dan manajemen. Secara keseluruhan, selamat juga untuk Semarang yang sudah menguras energi dalam pertandingan ini," ujarnya.
Menurut Anjrah, kunci keberhasilan Kebumen adalah menjaga kepercayaan diri dan semangat pantang menyerah, baik ketika unggul maupun saat tertinggal.
"Selama pertandingan belum selesai, pemain harus tetap percaya. Mau unggul atau tertinggal, harus tetap yakin bisa menang dan pantang menyerah," tegasnya.
Semarang Kehilangan Fokus di Menit Akhir
Di kubu lawan, pelatih Kota Semarang, M. Afandi, mengaku kecewa karena timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia menilai Semarang sebenarnya memiliki peluang besar untuk menang setelah berhasil membalikkan keadaan.
"Cukup disayangkan karena kami sempat tertinggal, kemudian bisa membalikkan keadaan, tetapi akhirnya disamakan dan harus menjalani adu penalti. Pada gol terakhir, kami kehilangan fokus. Seharusnya situasi itu bisa diantisipasi sehingga mereka tidak bisa menyamakan kedudukan," kata Afandi.
Afandi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Semarang karena timnya gagal mempertahankan gelar juara. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah tampil maksimal sepanjang pertandingan.
"Saya meminta maaf karena tidak bisa mempertahankan juara untuk warga Kota Semarang. Namun, anak-anak sudah berjuang maksimal. Untuk adu penalti, hasilnya juga bergantung pada rezeki dan keberuntungan," pungkasnya.
Hadapi Surakarta di Final, Kebumen Fokus pada Kesiapan Sendiri
Menghadapi partai final, Anjrah menyatakan timnya akan memusatkan perhatian pada kesiapan dan performa sendiri, tanpa terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
"Di final, bertemu siapa saja kami fokus pada tim sendiri dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mudah-mudahan di final nanti kami bisa tampil lebih baik dan meraih medali emas," harapnya.
Laga final digelar di GOR Futsal Undip, Tembalang, Semarang, Selasa (27/10/2026) pukul 13.00 WIB. Partai tersebut menjadi kesempatan bagi skuad Kebumen menuntaskan perjuangan dengan meraih medali emas Porprov XVII Jawa Tengah 2026.